Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Juni 2017

Goodbye BLINK

Goodbye Kasih.. Ku kan pergi tuk meraih asa pasti.
Sampai nanti, ku kembali, kita pasti ceria lagi.
Good bye kasih...

Mungkin sepenggal lagu dari BLINK Goodbye Kasih di atas, bisa mewakili perasaan dari keputusan berat yang diambil BLINK awal bulan Juni ini kepada para sahabat mereka BLINKSTAR. 

Pada tanggal 2 Juni 2017 malam yang lalu, secara serempak ke-4 personil BLINK mengunggah foto dengan caption yang sama di akun Instagram mereka. 

"Goodbyes are not forever, Thankyou for the past 6 years! Until we meet again, girls❤"- Ify, Febby, Pricilla, Sivia.  

Sebuah foto yang menunjukkan betapa dekatnya mereka, dengan kata-kata sendu di bawahnya yang membuat BLINKSTAR bertanya-tanya ada apakah gerangan?



Selang tak lama kemudian, dari akun IG @Blink_Indonesia membuat klarifikasi yang membuat pupus hati para Blinkstar se Indonesia.


Dear all Blinkstar & Rekan Rekan Media.. 

Tak terhitung detik telah kita jalani bersama. Meniti waktu bersama yang penuh gelak tawa, canda, bahagia.. tak  jarang deru derai air mata. Pertemuan kita itu Takdir Tuhan. Dan udah gak heran.. klo ada pertemuan.. pasti akan ada perpisahan.  Datang dan Pergi, Bertemu dan Berpisah, adalah persimpangan yang pasti akan kita jumpai di jalan hidup kita.. dalam liku persahabatan kita.

Kebersamaan MUNGKIN akan terpisah dengan berjauhannya jarak tubuh kita yang terbatas ruang. Tapi kebersamaan HATI & JIWA kita, tidak akan pernah bisa dipisah oleh apa pun kita. 6 tahun hanya takaran waktu, namun seribu abad tidak akan pernah bisa melukiskan rekatnya persahabatan kita yg telah terjalan. 

Sudah Takdir Tuhan juga, bahwa kalian adalah saudara yang terpilih. Dari beratus manusia yg dikirim Tuhan ke sisi kita, kalianlah yang dipilih hati ini untuk menjadi tautan hati, sandaran jiwa, dalam tiap keluh kesah, tawa dan gembira, kalian hadir tanpa syarat.

Tapi..
Waktu itu kini tiba..
Bukan karena kita tak lagi ingin bersama.. Usia membawa kita pada keadaan.. dimana kita harus berjalan sesuai 'arah' pilihan kita. Jadwal kita sudah padat dengan tujuan hidup yg kita pilih... bukan karena tak lagi ingin mempertahankan persahabatan yg sudah kita bangun. Tapi jalan hidup kita masing masing.. teramatlah masih panjang. 

Ini bukan perpisahan yg membawa benci dan dendam.. ini perpisahan yang penuh luapan bahagia.. karena manis hidup sudah kita reguk bersama. Kita berpisah.. dengan membawa cinta di hati kita.. karna.. "Kamulah saudara yang terpilih" selamanya.. 

Terima kasih untuk semua fanbase BLINKSTAR dan semua rekan media yang selama ini  telah menjadi saksi hidup persahabatan indah ini.. udah support dari 'nol' .. mendukung tanpa pamrih dari 'A hingga Z'. Kita akan tetap bersama.. dalam jiwa dan hati kita..

Love you all ,
BLINK INDONESIA...

Itu adalah klarifikasi yang diberikan pihak manajemen BLINK yang akhirnya menjelaskan segalanya mengenai posting foto serentak dari para Member BLINK sebelumnya. Meskipun sempat beredar kabar bahwa BLINK hanya berganti personil, namun kemudian muncul statement dari Manager BLINK Tante Yahni bahwa BLINK benar telah bubar. 

Beberapa link berita tentang bubarnya BLINK:




Sontak ini menuai respon yang beragam dari para fans. Ada yang sedih, ada yang bertanya-tanya menyayangkan keputusan ini. Yah 6 tahun memang bukan waktu yang lama. Tapi 6 tahun sudah menjadi waktu yang cukup untuk menanamkan banyak memori bagi sahabat-sahabat yang menemani perjalanan BLINK.   

Kita masih ingat, 6 tahun yang lalu saat pertama kali BLINK mengumumkan pembentukan grub mereka, kita senang melihat gebrakan dari Ify Sivia Shilla Pricilla dan Febby yang serius untuk terjun di industri hiburan tanah air. Blog IFC disini bahkan sempat melakukan interview dengan Ify menanyakan kabar bahagia ini (bisa baca kembali: Ify & BLINK). Sebelumnya mereka mungkin hanya banyak dikenal sebagai alumni Idola Cilik, alumni Laskar Pelangi, atau mantan pesinetron cilik. Tapi mereka yang saat itu mulai beranjak remaja, bukan lagi anak-anak, hadir cantik kompak sebagai Girlband yang di masa itu Boyband Girlband tengah banyak digandrungi di Indonesia. Menyatakan diri sebagai GB yang mengutamakan vokal, BLINK hadir dengan kemampuan vokal yang cukup mumpuni. 








Setengah tahun berjalan, dengan bermodal vokal yang baik dan wajah yang cantik, BLINK mulai dikenal di Indonesia. Dan nama mereka semakin dikenal luas lewat Sinetron Putih Abu-abu 1 & 2, sinetron Diam-diam Suka, dan High School Love Story yang mencetak beratus-ratus episode sepanjang tahun 2012-2015. Syuting sampai negeri gingseng Korea Selatan melengkapi masa emas BLINK. Beberapa FTV juga sempat mereka bintangi. Dan melengkapi pencapaian mereka, di akhir tahun 2015 mereka merilis film "Heart Beat". 







Walau dunia sinetron sebenarnya sedikit menyimpang dari tujuan awal BLINK sebagai Girlband yang ingin berkarya di dunia musik, tapi kita tak bisa memungkiri bahwa dunia sinetron memang berperan besar melambungkan nama mereka. Namun kita yang cukup senang, paling tidak BLINK seperti tidak mau melupakan jati diri mereka sendiri. Karena di seluruh sinetron & film yang mereka bintangi, tema yang diangkat seluruhnya masih dekat dengan musik.  Selain sukses di sinetron, BLINK juga sempat menjadi brand ambassador produk Shopie Paris, dan membintangi beberapa iklan.

6 tahun berkarya, BLINK menelurkan 2 album musik: album "BLINK" dan "Heart Beat". Tercatat ada puluhan lagu yang dibawakan baik itu hanya sountrack di sinetron, lagu single, ataupun masuk dalam 2 album mereka. Mereka juga sempat berkolaborasi di album milik Pongky Barata. Sebagai penyanyi, tercatat BLINK berkali-kali masuk nominasi di SCTV Award, INBOX Award, Dahsyat Award, Kids Choice Award, sampai masuk nominasi Anugrah Musik Indonesia (AMI). Dan BLINK sempat berhasil menyabet penghargaan pendatang baru terINBOX dalam INBOX Award 2012.

Mulai tahun 2016, ditengah meredupnya sudah era Boyband Girlband di Indonesia, BLINK masih tetap bertahan. Bahkan mereka menyatakan perubahan konsep mereka yang memilih menjadi vokal grub. Di tahun itu juga, tak lagi mengambil tawaran sinetron, BLINK memilih serius di dunia musik sembari mempromosikan album ke-2 mereka. BLINK sempat melakukan tour ke beberapa kota di Indonesia. 

Dan di tahun 2017 ini, sempat berkali-kali diterpa issue bubar dikarenakan telah jarangnya mereka terlihat tampil bersama, BLINK akhirnya memilih untuk benar-benar berpisah yang diumumkan awal Juni 2017 ini. Alasan susahnya menyatukan waktu menjadi faktor bubarnya BLINK yang diutarakan pihak Manajemen dan para personil BLINK. Memang tak bisa dipungkiri, Member BLINK semuanya seirama tak ingin meninggalkan pendidikan mereka di bangku kuliah. Mungkin artis lain banyak yang bisa dengan mudahnya menomor duakan pendidikan. Tapi tidak untuk semua personil BLINK. Pendidikan menjadi prioritas mereka. Pilihan ini memang membuat mereka kesulitan menyatukan jadwal mereka. Mungkin karena faktor ini juga mengapa akhir-akhir ini personil BLINK makin sering mengambil job secara solo. Ify berkali-kali tampak bernyanyi sendiri atau berkolaborasi dengan musisi lain, Via juga mulai asik dengan dunia fashion dan radionya, Febby juga beberapa kali mengambil sinetron tanpa personil lain, begitu juga Pricilla yang sempat berkolaborasi dengan paskal dan beberapa kali terlihat menerima job nyanyi solo.

Mungkin kalo kita coba selami situasi kondisi mereka, mungkin bukan kehendak mereka untuk berjalan sendiri-sendiri. Tapi waktu terus berjalan. Ada banyak keputusan-keputusan berat yang mau tak mau harus mereka ambil. Mungkin mereka bisa saja mempertahankan kebersamaan dalam BLINK. Tapi memutuskan untuk bersama terus artinya harus siap menghadapi tuntutan dari masyarakat, ataupun pihak seperti manajemen dan label yang pasti memiliki harapan juga. Mereka juga harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan penikmat karya mereka "Kapan kalian manggung lagi? Kapan karya terbaru kalian keluar? Mana gebrakan baru kalian?" Pasti teman-teman banyak yang memiliki pertanyaan seperti ini selama minimnya gebrakan BLINK akhir-akhir ini. Mungkin sebagian teman2 yang mensyukuri pembubaran BLINK telah menyadari hal ini. Bahwa dengan berpisah, mungkin Ify Sivia Pricilla Febby bisa lebih maksimal memberikan karya mereka tanpa harus saling "menunggu" satu sama lainnya karena tanggung jawab mereka sebagai sebuah grub.

Tapi sebagai grub harusnya mereka bisa menekan ego mereka dong? Itu inti keawetan sebuah grub kan? Benar. Tetapi semakin dewasa, tentu semakin banyak prioritas-prioritas diri yang harus lebih didahulukan. Mungkin ada cita-cita di masa depan yang harus mereka persiapkan, mungkin ada jalan berbeda yang harus mereka tempuh demi menggapai impian. Tak ada yang salah mengingat masih begitu mudanya mereka, pasti masih begitu banyak harapan yang belum tergapai. Menjadi lebih baik dan terus lebih baik pasti harapan semua orang. Selama demi tujuan yang lebih baik, pil pahit pun harus mampu mereka telan. Begitu mungkin posisi mereka kalau coba kita pahami.

Yah, kita semua pasti sedih menyayangkan grub yang begitu banyak menghibur dan menginspirasi kita telah menutup buku perjalanan mereka. Tetapi, walau BLINK telah berhenti melangkah, Ify Febby Pricilla dan Sivia masih akan terus berjalan dengan tujuan mereka masing-masing. Mereka masih akan terus berjuang menggapai impian mereka. Mereka tetap akan terus siap menghibur dan menginspirasi sahabat-sahabat semua. Meski tak lagi mereka bersama, namun mereka tetaplah sahabat yang saling mensupport. Goodbyes are not forever.  Mungkin mereka kini berpisah sebagai BLINK, namun mereka tidak pernah berpisah sebagai sahabat sejati. Mereka masih bisa bertemu di lain kesempatan, entah itu sebagai sahabat karib ataupun rekan kerja dengan sikon yang baru. Why Not? :)



Setelah ini mau pada ngapain personil BLINK yaa? Sepertinya mereka bakal berjuang menggapai mimpi masing-masing sembari meneruskan kuliah mereka. Ify sendiri yang kuliah di musik, tentu tak akan meninggalkan dunia musik. Target sih tahun depan dia bisa kelar kuliahnya kalo bisa, semoga hehehe... Dan untuk karirnya gimana? Yaa tunggu aja gebrakannya. Ify sendiri sepertinya sekarang mulai lebih fokus garap lagu-lagu ciptaannya. Sudah saatnya keluarin single sendiri? Semoga aja yaa hehehe.. Mungkin next kita perlu interview khusus lg sama ify nih buat tau apa resolusi baru seorang Ify Alyssa kedepan hehehe :D

Akhir kata, sebagai pengikut BLINK selama 6 tahun ini, mewakili sahabat-sahabat semuanya kita mengucapkan terima kasih BLINK yang telah menghibur kita semua. Terima kasih My Management, Mama Umay, yang telah menemukan dan membentuk anak-anak luar biasa ini dan membina mereka selama 6 tahun ini. Terima kasih telah mengangkat karir mereka, mengasah kemampuan mereka, dan menjadi batu pijakan mereka hingga mereka bisa melompat lebih tinggi. Terima kasih karena telah memberikan kami idola-idola yang bisa kami banggakan. 

Terima kasih juga buat BLINKSTAR yang mampu menyatukan sahabat-sahabat IFC, SH, Pricillicious, dan Febbies dalam satu rumah kekeluargaan yang hangat. Meski kita kini berpisah jalan, namun tetap saling support dan bersahabat yaa!!! :D



Selalu ada hal yang positif dari sebuah perpisahan. Karena perpisahan menandakan datangnya pertemuan dengan hal yang baru yang mungkin akan mengajarkan kita tentang kehidupan lain yang jauh lebih baik. Karena perpisahan tak selamanya berarti kesedihan, karena kenangan indahnya pasti mampu menghibur diri kita dan mengukir senyuman manis dikala kita mengingatnya. Love u BLINK, Welcome Ify Alyssa, Sivia Azizah, Febby Rastanty, dan Agatha Pricilla. Kita tunggu gebrakan terbaru kalian semua! Semangattt!!! :D

IFY FRIENDS CLUB. 
We're Still Together :)

Minggu, 22 November 2015

IFY: Cerita kecil dibalik lagu Kembalilah & HeartBeat Movie

Halooo...

Udah pada nonton Film Heart Beat??? Puas gak dengan film perdana BLINK? Pada baper gak sama peran Aluna dan biru??? Hehehehe...

Alhamdulillah, mulai 12 Nov 2015 kemaren Film HeartBeat sudah tayang. HeartBeat Movie, film musikal remaja yang banyak banget ngasih inspirasi untuk anak muda sebenarnya. Dan film ini mendapat pandangan positif dari para pemerhati film. Salah satunya dari pemerhati film Boby Satya:
Kehadiran "Heart Beat" dinilai seolah menjadi oase dari sedikitnya film bertema remaja yang masuk kategori baik. Bukan sekedar menghibur dengan cerita cinta khas ABG kekinian, film yang diproduseri aktor Fedi Nuril ini juga menghadirkan sederet pesan positif bagi penontonnya. Itulah testimoni yang disampaikan Boby Satya, dari Komunitas Pemerhati Sinema Indonesia, yang juga Ketua Mata Sinema Watch.

"Film #HeartBeat bagi saya sebuah film musikal yang dikemas apik dan membuat penontonnya sangat terhibur. Film anak muda yang dibuat tidak sekedarnya aja, tapi penuh pesan positif," ulas Boby. 

Lebih lanjut, Boby menilai film "Heart Beat" tidak hanya bisa dinikmati oleh para remaja, tapi juga para orangtua agar bisa melihat langsung fenomena yang tengah terjadi di kehidupan putra dan putri mereka. (sumber: tabloidbintang)

Dan Ify, sama seperti personil BLINK lainnya, cukup merasa puas dengan apa yang sudah mereka bikin. Apalagi melihat antusias fans dan respon masyarakat yang cukup positif, baik itu di sosial media maupun sambutan orang-orang saat mereka melakukan nobar di beberapa kota di Indonesia. Walau mungkin filmnya tidak mendapat penonton yang fantastis, namun film musikal ini telah menjadi kepuasan tersendiri bagi BLINK karena mereka pada akhirnya bisa merasakan dunia perfilman, sebuah karya baru yang mampu mereka hadirkan untuk masyarakat Indonesia untuk semakin menegaskan kekonsistenan mereka bertahan di dunia hiburan tanah air selama 4 tahun lebih ini.




 

Ada beberapa hal yang menarik untuk kita bahas dalam Film Heart Beat. Pertama soal kualitas akting yang dihadirkan anak2 BLINK yang jauh berbeda dengan yang mereka berikan di Sinetron. Memang menurut mereka di film karakter dan penjiwaan mereka jauh lebih diasah. Semua dibuat dengan sangat serius tidak asal-asalan. Ify di Film Heart Beat jugan tampak sekali tampil berbeda dengan beberapa tantangan akting yang belum pernah ia dapatkan di sinetron. Di film menurut Ify ia mendapat tantangan yang sulit ketika harus mendapat scene beradegan romantis dan menangis. Dan di film Ify benar-benar menaklukkan tantangan itu. Konon katanya Ify (dan juga sivia) yang tidak terbiasa berakting menangis sebelumnya (berbeda dengan Febby & Prissy yang sudah sering mendapat scene menangis di sinetron), mereka belajar secara khusus bagaimana cara bisa menangis secara natural tanpa bantuan seperti tetes mata. Saat take pun mereka secara khusus minta waktu menyendiri kepada sutradara agar dapat menghadirkan kesedihan hingga mengeluarkan air mata secara natural. Dan akhirnya usaha mereka berhasil. Bahkan Ify Sivia akhirnya mampu menangis dengan sejadi-jadinya sampe sesengukan. Entah apa yang mereka bayangkan sampai mampu membangkitkan emosi mereka, tapi yang jelas Ify Sivia telah mampu membawa suasana dan emosi penonton lewat akting sedih mereka.


Ditambah lagi dengan adanya #AlunaBiru. Kalo biasanya di sinetron-sinetron Ify jarang mendapat cerita percintaan yang serius, tapi sesuatu yang berbeda ditampilkan Ify di Film Heart Beat. Ify sebagai Aluna harus beradu akting dengan Arbani Yasiz yang berperan sebagai Biru, pacarnya Aluna. Dan disini akting Aluna Biru bener-bener bisa mengobok-obok perasaan penonton kayaknya hehehe... Bahkan di sosmed banyak banget yang baper sampe ngecengin jodoh-jodohin Ify & Bani saking terbawanya dengan chemistry Aluna Biru. Sedikit cerita di balik layar Aluna Biru. Sebenarnya Ify termasuk yang masih kaku kalo disuruh beradegan mesra dengan cowo, kayak saling tatap sampe pelukan. Dan agar bisa dapetin chemistry bareng Bani, konon katanya saat latihan kerjaan mereka cuma: duduk hadap-hadapan, terus tatap-tatapan hehehe... Terus selama proses reading dan syuting juga Bani punya kebiasaan lucu. Dia slalu manggil Ify pake sebutan "Kekasihku", dan setiap dia mau ngapa-ngapain, mau cari makan atau pulang misalnya, slalu lapor dulu sama Ify. Pokoknya perhatiannya udah kayak sama pacar beneran. Kalo kata Bani sih, dia pangerannya Aluna hehehe... Dan keisengan Bani ini kadang masih suka kambuh bahkan setelah proses syuting selesai. Respon Ify gmn? Yaa tetep cool lah ya namanya juga Ify. Tapi kadang ulah Arbani ini juga sukses bikin Ify suka senyum-senyum sendiri. Bisa salting juga niyeeee hehehe... Hayooo #TeamAlunaBiru manaaa??? Tapi baper dan randomnya jangan kelewatan yaa... Ify dan Arbani itu temen baik aja kok :p




Aluna-Biru #HeartBeatMovie

Aluna Biru saat promo HeartBeatMovie @Bandung


Hal lain yang menjadi perhatian dari Film Heart Beat adalah soal musiknya. Yap! Film ini bener-bener kental musiknya. Dari awal film sampe akhir kita benar-benar disuguhi kualitas bernyanyi dan bermusik anak-anak BLINK yang TOP bgt! Selain lagu Heart Beat (Percayalah), semua member BLINK memiliki lagu solo di film ini. Febby mendapat lagu berjudul Bintang Jatuh, Prissy lagu "Tell me why", Sivia lagu "Bebas Mencinta", dan terakhir Ify berkesempatan membawakan lagu ciptaannya sendiri "Kembalilah".


Seperti karakter Aluna yang melow, lagu Kembalilah ini pun gak kalah melow. Lagu Kembalilah bercerita tentang harapan untuk mempertahankan sesuatu yang dicintai. Di Film banyak sekali adegan-adegan Ify/Aluna yang tengah memainkan melodi sendu lagu ini dikala ia tengah merasa kesepian ditinggalkan orang yang ia sayangi. Mulai dari orang tuanya, sampai dengan kekasihnya, Biru. Dari segi lirik, lagu ini memang sangat cocok diambil Ify untuk mewakili karakter Aluna, sosok penyendiri yang slalu merasa kesepian dan kehilangan orang-orang yang dikasihinya.

Aku tak mengerti mengapa dulu ku inginkan kamu...
Berjuta Bintang terindah.. 
Namun hanya kamu yang paling bersinar di hatiku. .
Kembalilah kepadaku...

Tambah Baper? Pasti dong hehehe... Anyway. Sedikit cerita dibalik lagu ini. Mungkin gak salah kalau temen-temen cukup banyak yang merasa ikut terhanyut mendengar lagu ini. Karena Ify sendiripun katanya sempat meneteskan air mata saat menciptakan lagu ini. Pengalaman pribadi? Hmmm... Gak juga sih mungkin. Secara lagu ini diciptakan sudah cukup lama, sekitar Ify baru berusia 15/16 tahunan. Kira-kira masih kelas 1 SMA lah dan belom pernah pacaran saat itu hehehe... Yah, inspirasi tidak slalu harus dari pengalaman pribadi. Tapi bisa juga dari cerita dan pengalaman orang-orang sekitar. Mungkin Ify cuma terlalu menghayati apa yang terjadi disekitarnya, dan menyalurkan dengan begitu indahnya dalam alunan sebuah lagu yang apik. TOP bgt dah kalo soal urusan bikin lagu galau Ify mah hehehe...

Dan satuu lagi yang bikin bangga dari Ify. Masih cerita dari lagu Kembalilah. Sebenarnya, sebelum dipakai di film Heartbeat, lagu Kembalilah sudah lebih dulu sempat Ify pasarkan dan telah diminati oleh salah satu produser/musisi muda ternama di Indonesia. Namun karena satu dan lain hal, lagu ini akhirnya tidak jadi Ify jual dan akhirnya ia pakai sendiri di film HeartBeat. Walau masih muda, tapi Ify punya kematangan sikap dan jiwa profesionalisme yang patut diacungi jempol. Gak kebanyang kan, bocah ingusan masih SMA yang baru punya KTP, tapi udah bisa mandiri berbisnis, secara profesional memasarkan lagunya sendiri dengan orang yang lebih dewasa? Dan Ify telah mampu melakukan itu sejak ia masih berseragam putih abu-abu. Proud! Itulah salah satu sisi dari Ify yang bikin orang banyak jatuh cinta dengan dia. Ify di balik sosoknya yang masih imut2 itu, di usianya yang masih sangat muda, tapi dia sudah benar-benar tau dan yakin apa menjadi fokus dan tujuan hidupnya. Dan inilah yang bisa membuatnya melangkah selangkah lebih maju untuk menggapai kesuksesan. Aamiiinn!

Penasaran dengan lagu Kembalilah??? Nihh kita kasih lirik lagunya dulu yaa... Oiya, tentang lirik, sebenarnya ada 2 versi sebenernya. Lirik saat pertama kali lagu ini diciptakan dengan yang dimasukin di dalam OST Heart Beat ini sedikit berbeda. Liriknya sengaja diubah karena menyesuaikan perkembangan Ify yang sudah lebih dewasa sekarang dan juga dirasa memiliki makna yang lebih tepat dengan isi lagu. Mau tau apa bedanya? Yuk liat foto lirik berikut ini ;)

Lirik Kembalilah versi Awal
Lirik Kembalilah Versi OST Heart Beat


Semakin baper??? Makanyaaa jangan lupa, beli lagunya di iTunes atau ntar di albumnya BLINK selanjutnya, jangan lupa buat beli yaa!! Jangan beli yang bajakan. Dapetin karya-karya Ify dan BLINK secara LEGAL!! Buktikan kalau kamu fans yang baik yang slalu menghargai usaha dan karya Ify dkk. Hargai dan cintai karya musik anak negeri Indonesia yaa :)


Akhir kata, Hidup itu soal pertemuan, perjalanan, dan perpisahan. Ketika pertemuan itu mampu diawali dengan keyakinan dan niat baik, dijalani dengan kesungguhan hati yang tulus, maka ketika perpisahan menjumpai kita, niscaya perasaan keinginan tuk "Kembalilah" akan slalu terngiang. "Kembalilah", sebuah nyanyian hati, harapan akan cinta yang slalu dirindukan. Layaknya film heartbeat dan karya-karya Ify & BLINK yang slalu diambil dan diawali dengan semangat positif dari Ify dkk, kemudian mrk jalani dengan kesungguhan & penuh keyakinan, jalani dengan ketulusan sepenuh hati, dan saat semua telah berakhir, jadikan apa yang telah kita lakukan menjadi sesuatu yang patut tuk dikenang dan dirindukan selalu... :)

IFy Club. We're Still Together.

Rabu, 31 Juli 2013

BLINK: Buku Blink OMG

Hai... :D

Kali ini kita mo bahas sesuatu yang baru lagi nih dari GB nya teteh, BLINK. Menyambut Anniversary nya yang ke-2 tahun ini, BLINK akhirnya bulan Juni kemaren meluncurkan sebuah Buku yang mengulas tentang segala hal mengenai perjalanan BLINK serta cerita-cerita unik pribadi masing-masing personilnya. Buku ini dikasih judul "Blink OMG: A Piece of Lovely Wonderful Journey" akhirnya resmi dilaunching tanggal 23 Juni 2013 yg lalu. Gimana yaa isinya??? Yuk kita bahas lebih lanjut ;)

Blink OMG!

Buku yang diterbitkan oleh Pastel Book/Mizan ini ditulis oleh penulis remaja, Rizky Nur Fajri. Kenapa jadi penulis remaja? Karena sih katanya biar gaya penulisan buku ini bisa lebih remaja. Buku ini secara keseluruhan menggambarkan berbagai aspek dari BLINK, mulai dari latar belakang pribadi tiap personil BLINK, gimana BLINK di mata Manager mereka, gimana karakter anak-anak Blink di mata setiap member, gimana anak-anak BLINK di mata ortu mereka, sampe cerita-cerita berkesan mengenai masa kecil anak-anak BLINK dan perjalanan karir mereka selama 2 tahun ini. Cukup banyak cerita-cerita yang belum pernah dikuak ke publik, tapi melewati buku ini bocor juga akhirnya hehehe...

Oiya, selain banyak cerita-cerita 'eksklusif', disana juga banyak banget dimuat foto-foto eksklusif dari BLINK, baik foto-foto masa kecil sampe foto-foto BLINK yang belom pernah di publish. Terus kl soal kualitas bukunya juga bagus karena full colour! Buku yang menarik buat dinikmati :) Ya walau tak semua fakta bisa dimuat disana karena keterbatasan sebuah buku (?), tapi yaa buat BLINKSTAR yang pengen tau lebih jauh tentang BLINK, buku ini kayaknya WAJIB dibaca kalian :) Masih ragu buat beli bukunya??? Kalau dari Editornya sendiri, Moemoe Rizal sih katanya ada 5 alasan kenapa buku ini wajib kamu beli:


1. It reveals a lot about BLINK! dari yang sepele sampe segedebage!
2. The books is full colored! Full photos! Full Story.. I like it! *.*
3. Bukunya gede, format layoutnya kayak majalah.. Yummy tuh! :p
4. Banyak rahasiaBlink yang terkuak lhoo! :D
5. yang terpenting: YANG NGEDITNYA MOEMOE RIZAL *ngaca narsis*

Nah itu tuh kata si editor Buku BLINK OMG. Setuju gak? :)

Nah... Kalo di atas dah dikasih tau apa aja kelebihan buku ini, tapi buku ini juga gak luput dari kekurangan kok. Kalo menurut kita dan pendapat beberapa pihak yang sempet kita tanya-tanya, ada beberapa penulisan yang salah. Seperti nama Ify, nama sekolah Ify, dsb. Terus kalo dari segi fakta, ada juga beberapa kesalahan/kecacatan, seperti fakta kalo Prissy itu ada keturunan chinness sebenarnya gak ada, terus cerita awal mula terbentuknya Blink & personil awalnya yang tak disampaikan secara gamblang (?), terus dibilang yang bisa main banyak alat musik itu Oma Ify tapi sebenarnya kakek buyutnya Ify, Ify leader BLINK padahal di Blink gak ada leader semua personil Blink kedudukannya sama (ini dulu pernah dibahas twitter Blinkofficial), dll, dsb. Ada juga beberapa cerita yang udah 'basi', gak sinkron (?) lagi dengan kenyataan sekarang (saat buku dilaunching), misal kayak hub Via dan Mr.D wkwkwk... Tapi yaa mungkin ini cuma human error. Atau kesalahan info, atau kekurang telitian aja (?) hehehe... (Kalo kita curiganya ada beberapa info yang dicomot dari internet doang, hehehe).

Sekilas dari buku Blink OMG :p

Sekilas dari Buku Blink OMG :p


Promo dari Tweet IFY


Nah itu kira-kira kurang lebih positif & negatif buku OMG ini. Sebenarnya kata penulisnya, bahan cerita Blink itu masih banyak banget. Tapi karena keterbatasan kuota buku(?), ya jadinya diambil yang penting-pentingnya aja atau dibahas singkat. Jadi yaa mungkin karena ini juga, beberapa cerita yang harusnya pas kita baca bikin super excited atau bisa bikin kita 'tegugah' bgt, tapi malah kesannya jadi biasa aja, lempeng aja, karena diceritakan sekilas aja gitu ._. Dan soal pembawaan buku juga, sepertinya masih agak kaku karena dari awal buku ini ditulis dalam bentuk paragraf panjang dari awal buku sampe akhir dengan diselingi beberapa lembar foto yang kadang nyelipnya ditempat yang kurang enak/pas. Contohnya ada yang paragraf/kalimatnya belom kelar, terus pindah halaman tapi diselingi sampe 2-4 halaman foto-foto, baru nyampe ke sambungan paragrafnya. Kan agak ngeselin tuh ganggu orang baca kalo motong kalimat nanggung banget gitu hihihi... Ini cuma opini pribadi admin sini :p Gimana menurut kamu??? :)

Kalo bisa saran sih kalo ada buku BLINK ke-2 (kalo MISALNYA ada ._. ), mungkin kekakuan itu bisa dicairkan dengan bentuk-bentuk penyampaian/tulisan yang lain. Misalnya untuk biodatanya gausah dijabarkan dalam paragraf tapi bisa diringkas dalam bentuk list atau bentuk lainnya aja. Atau per bab dibikin subbab lagi biar cerita gak kaku nyambung menyambung terus. Atau pas antar MB bahas aib setiap personil dibikin kayak komik gitu lucu kayaknya hihihi... Terus bisa jadi isinya ditambah dengan komentar Fans, ini belum ada termuat di buku. Atau lagi misalnya pas ortu lagi bahas anak-anaknya, minta beberapa pesan/cerita dibikin dalam bentuk asli dari tulisan ortu-ortunya (bisa dibikin kaya surat gt), jadi feelnya lebih kerasa gitu ._. Lebih bagus lagi disisipkan foto 'kemesraan' si anak dan si ibu yang mengiringin cerita ortu, bukannya foto si ortu Blink dengan si penulis buku yang malah narsis ._.v hehehe... *piss* :D

Yang di atas sedikit masukan acak aja (?) hehehe.. Mungkin temen-temen sendiri punya pendapatnya masing-masing :) Yang jelas, buku ini tetep sangat direkomendasikan buat kalian yang ngaku BLINKStar! Ya walau tak semua fakta & cerita bisa dimuat disana karena keterbatasan sebuah buku (?), tapi yaa buat BLINKSTAR yang pengen tau lebih jauh tentang BLINK, buku ini kayaknya WAJIB dibaca kalian :) Tapi khusus cerita tentang teteh Ify kayaknya cukup banyak yang udah pernah di share dan bahkan udah dibahas rinci di blog ini yah? ahahaha... *pedetothemax* :P

Okelah, mungkin sampe sini aja bahasan kita kali ini. Yang mau beli bukunya, bisa dicari di gramedia atau toko-toko buku di kota kalian masing-masing yaa.. kalo gak ada juga, coba beli dengan twitter @Blink_store yah :) Berikut kita tutup dengan beberapa foto dan video mengenai acara launching Buku Blink tanggal 23 Juni 2013 kemaren yang acaranya diisi dengan prescon dg wartawan dan kemudian dilanjutkan MnG dengan fans sambil bahas isi buku & beberapa fakta-fakta lucu dari antar member BLINK. Cekidot...

BLINK


Penulis Buku & BLINK

BLINK

IFY!





IFY CLUB. We're Still Together ;)

Jumat, 26 Oktober 2012

IFY : Unplanned Moment

Hai semuaa!!!
Apa kabar? Semoga pada baik-baik semuanya yaaa :)

Apa yang terlintas di benak teman-teman semua ketika mendengar/membaca kalimat ini:

"Unplanned Moment are Always Better Than Planned Ones"

Biasa aja? Inget sesuatu? Apa gak ngerti? ehehehe...
Kalau temen-temen IFC mungkin bakal inget sama bio si teteh di akun twitternya @ifyalyssa

Unplanned Moment are Always better than planned ones


Bener gak? Unplanned Moment are Always Better Than Planned Ones. Sesuatu yang gak direncanakan selalu lebih baik daripada yang direncanakan. *Terus ini apaan maksudnya bahas ginian ini? Semua juga ngerti kalau cuma mo nulis artinya doang woy! ._. hehehe*

Sabar-sabar. Gini ceritanya. Kalau di kait-kaitin sama apa yang suka dilakuin Ify, segala hal spesial yang ada pada dia, kalau diinget-inget, slogan itu emang sering terjadi sama Ify. Bener gak sih? Coba kita korek satu-satu...

Hari sabtu minggu kemaren (20/10/2012), kebetulan ada liputan hotshot SCTV yang ngeliput soal 3 Generasi seniman yang ada di keluarga Ify. Neneknya, Farida Pasha, bintang film horror Maklampir yang terkenal di tahun 70-80an. Terus ada Mamanya Ify, presenter berita senior di TVRI. Dan yang terakhir tentu saja Ify. Darah seni bener-bener ngalir turun temurun di keluarga Ify ternyata. Dan dari liputan itulah terkuak sebuah cerita dari 3 generasi ini bagaimana mereka bisa muncul ke publik. Kita intip videonya dulu yook.... Berikut...



Dari video di atas kita jadi tau nih, rupanya Neneknya Ify dulunya terjun ke dunia film bukan sebuah kesengajaan, tapi akhirnya bisa disandingkan dengan bintang film TOP lainnya seperti Roy Martin. Begitu juga dengan mamanya Ify. Walau udah dilarang neneknya Ify gak boleh ikutan terjun ke dunia intertainmen karena takut terjerumus ke hal yang negatif akibat pergaulannya yang cukup banyak godaan, tapi karena kuliah di komunikasi, akhirnya itu mengarahkan jalan secara tak langsung juga untuk muncul di layar kaca walau di bidang yang berbeda yaitu presenter. 

Seperti yang pernah kita bahas juga di posting sebelumnya, 4 tahun perjalanan IFY, Perjalanan Ify sendiri pun di dunia intertainment bukanlah hal yang direncanakan. Semua berjalan begitu natural seperti Nenek dan Mamanya. Ify kecil yang begitu kalem dan pendiam, tak pernah disangka-sangka neneknya bakal menjadi seorang yang berkecimpung di dunia keartisan. Gadis yang dulu awalnya bercita-cita jadi dokter ini, awalnya dari kecil hanya menyukai sebagai hobby dia. Tapi Hobby dia itu kini malah mengantaran ia ke jalannya sekarang. Dari hobbynya bermain piano, kemudian diarahkan orang tuanya untuk lebih mengasah permainan piano dan vokalnya di sekolah musik, akhirnya lewat sekolah musik itulah secara tak disangka-sangka Ify malah didaftarkan untuk mengikuti sebuah ajang pencarian bakat (Idola Cilik). Padahal hal ini tak pernah Ify sendiri rencanakan sebelumnya. Tapi mungkin udah jalannya kali yah? Akhirnya Ify lulus sebagai finalis IC yang akhirnya mengantarkan dia menggeluti dunia musik dan hiburan tanah air lebih jauh. Inilah yang akhirnya membuat Ify jadi begitu mencintai dunia musik dan ingin berkecimpung lebih sebagai profesinya dalam di dunia musik yang awalnya hanya ia jadikan sebagai hobby semata. Meski ketakutan yang sama, bahaya pergaulan dunia keartisan, seperti ketakutan nenek Ify ke mama Ify dulu juga ada membayangi Ify, tapi toh bakat briliyan Ify benar-benar gak bisa dibendung. Dan janji Ify untuk menjaga kepercayaan orangtuanya yang benar-benar dia peganglah, akhirnya orang tuanya berani memuluskan jalan Ify untuk mengembangkan lebih jauh bakatnya dan mulai meniti karir di dunia hiburan sepenuhnya seperti sekarang. Unplanned moment are always better than planned ones :)

Yang diatas baru satu cerita nih soal Unplanned moment ala Ify hehehe... Kalo diinget-inget lagi ada lagi nih. Temen-temen IFC masih pada inget beberapa moment saat Ify masuk di TTWW (Trending Topic World Wide) di twitter? Itu juga rata-rata hal yang gak direncanakan. Gada angin gada topan tiba-tiba nongol aja nama Ify di TTWW hehehe...Tapi rata-rata gara-gara IFC BS abis ngebom Ify mention sih atau pernah juga gara-gara tweet-tweet sebuah akun terkenal yang lagi ngelempar pertanyaan soal Blink, karena banyak yang ngeRT jadilah TTWW yang gak disangka-sangka. Tapi hal yang gak disangka-sangka itu justru yang bikin surprise dan berkesan banget. Ya gak sih? :)

Lama-lama ini Ify jadi "miss unplanned moment" (?) nih ahaahha... Dan oiya, satu lagi ulah dia baru-baru ini juga ada yang unplanned moment. Seperti yang temen-temen IFC BS tau (khususnya yang doyan malakin cover lagu), udah lama banget Ify dan Tristan Juliano (Adeknya Kevin Aprilio "Vierra", anaknya Addie MS dan Memes, temen Ify dari kecil sekaligus temen satu sekolah Ify juga sekarang) kepengen ngecover lagu berdua. Ada kali dari hampir 1 tahun yang lalu mereka berencana mau cover lagu bareng, tapi sampe berbulan-bulan kemudian belum juga terlaksana. Susah nyari waktu kosong bareng kali yah? Apalagi Ify sibuknya parah-_-hahaha.. Eh, beberapa hari yang lalu, kebetulan Ify sama Tristan dengan temannya satu lagi, kalo gak salah Gigih namanya, mereka punya sebuah project bareng di sekolah gitu di bawah bimbingan guru mereka. Jadi saat latihan buat mempersiapin project itu, disela-sela waktu latihan eh tiba-tiba kepikiran aja buat bikin cover saat itu. Jadilah mereka ngecover lagu di sekolah, masih pake seragam lengkap, sambil ditontonin guru mereka pula hahaha... Berikut video cover mereka... 




Kangen juga liat Ify kayak gini. Nyanyi dengan segala kesederhanaannya, ala anak sekolah, bukan anak Girlband, balik kaya dulu lagi, kayak liat Ify Alyssa, bukan Ify Blink hehehe... Dan meskipun dadakan, tapi tetep keren yah? Kalaborasi yang keren dari 2 calon musisi muda berbakat Indonesia :) Dan rupanya ini masih appetizer (makanan pembuka) kata Tristan. Masih bakal ada lagi main course nya (makanan Utama). Wah, bakal ada cover lagu-lagu lainnya dong berikutnya dari 2 sahabat ini? Patut kita tunggu :)
Mungkin masih banyak Unplanned moment berkesan lainnya dari seorang Ify. Tapi mungkin beberapa yang di atas udah mewakili kali yah? hehehe.. Akhir cerita. Semua yang terkonsep dan terencana mantab itu memang baik. Membuat kita bisa menyiapkan segala hal jauh lebih matang. Tapi terkadang, mengambil sebuah kespontanitas tanpa direncanakan sebelumnya itu bisa lebih menghasilkan sesuatu yang lebih baik dan memberikan kesan yang lebih mendalam. Karena dibalik sebuah kespontanitas itu terdapat sebuah keyakinan kuat dan kreatifitas tinggi. Jadi kesimpulannya? Hmmm... Mungkin menyiapkan rencana sebelum melakukan sesuatu itu sesuatu yang sangat baik. Tapi mungkin lebih baik lagi keyakinan dan kreatifitas itu sendiri kali yah yang duluan direncanakan alias dibangun dan diasah bener-bener agar secara natural bisa digunakan kapanpun dimanapun (baik saat terencana maupun dengan spontan) untuk bisa memuluskan setiap rencana, bener gak gitu? ._. *beribet banget bahasanya* hahaha...

Ya wes, sekian cerita kita kali ini. Semoga bisa menghibur dan bermanfaat buat kita semua. Met weekend semua, met Hari Raya Idul Adha bagi temen-temen semua yang menjalankan. Jangan kebanyakan makan daging yah, apalagi kambing, ntar kolesterol wkwkw...

Keep calm and friendly... 
IFY CLUB, We're Still Together :)



Minggu, 06 Mei 2012

IFY : Spirit of Autism

Heloo temen-temen IFC, masih semangat baca Blog IFC ini? :)

Kali ini kita mau ngangkat satu moment special di bulan April dan Ify sempet terlibat apa yah di moment ini beberapa waktu lalu? Sebelumnya, yok kita semua liat video berikut. Masih pada inget gak dengan moment mengharukan Ify dengan sobat IFCnya 4 tahun yang lalu ini? 



Video di atas adalah saat Ify tampil di pentas Idola Cilik 1 4 tahun yang lalu. Saat itu sudah masuk 13 besar, dan saat Ify tampil rupanya dia kedatangan tamu istimewa. Yap, dia adalah Shinta, salah satu temen IFC kita yang sangat kagum pada Ify. Shinta memang penyandang autis, tapi bukan berarti itu bisa menghalangi seseorang untuk bisa menikmati musik dan bisa punya idola juga. Dibalik “perbedaan” itu, mereka tetap punya hak yang sama seperti kita. 

Nah pada saat Ify kedatangan fans spesialnya itu, dia menyanyikan lagu “If We Hold on Together” milik Diana Ross untuk Shinta dan seluruh teman-teman penyandang autis pada umumnya sebagai penyemangat. Lagu ini memang merupakan salah satu theme song bagi penyandang autis. Alhamdulillah kalau suara Ify bisa menghibur menyenangkan banyak orang dan bisa ngasih semangat kayak gini. Dan taukan temen-temen semua, pada saat kedatangan Shinta ini rapor Ify biru (kl tidak salah ini satu-satunya rapor biru tanda posisi aman polling SMS Ify selama Ify bertahan 4 pekan di panggung IC, hehehe…) Mungkin itulah salah satu berkahnya kalo kita sayang sama dan peduli dengan saudara-saudara kita seperti Shinta :) 

Nah itu sekilas flashback ke cerita Ify di 4 tahun yang lalu. Oke kita balik lagi ke masa sekarang. Seperti yang diceritakan mamanya Shinta di video di atas, bulan April merupakan World Autism Awareness (Bulan peringatan peduli Autisme se-Dunia). Peringatan ini bertujuan agar kita semua, baik pemerintah maupun masyarakat secara luas bisa mengenal, memahami, peduli serta menyayangi kepada saudara-saudara kita penyandang autis. Karena sudah selayaknyalah kita harus bisa berempati pada mereka dan memberikan mereka tempat dan kesempatan yang sama layaknya manusia lainnya. Karena dibalik kekurangan mereka, Tuhan pasti ngasih kelebihan lain yang luar biasa buat mereka. Seperti cerita Ify dengan penyandang autis lainnya berikut ini. Masih pada semangat lanjut baca gak nih? hehehe :) 

Jadi, Sejak peristiwa 4 tahun yang lalu di atas, Ify secara tidak resmi menjadi “sahabat” penyandang autis karena kepeduliannya kepada mereka, sahabat-sahabat kita yang diberi “keistimewaan” dari Tuhan itu. Kalau diminta, Ify pasti selalu ikut serta berperan dalam program yang diadakan untuk mereka. Salah satunya di acara yang diadakan untuk penyandang autis ini baru-baru ini, yaitu di acara “World Autism Awareness: Walking 4 Autism” di Epiwalk-Epicentrum Jl. Rasuna Said Jakarta tanggal 5 Mei 2012 yang lalu. Acara ini dipandu Farhan, disajukan berbagai Talkshow secara Interaktif dan dimeriahkan diantaranya oleh Titi DJ dan tentu saja Ify. 

Di acara itu, ada satu hal menarik. Ify bertemu dengan seorang anak penyandang autis bernama Anjuan Julio (17 Tahun). Dia saat itu sempat tampil bermain gitar, berkalaborasi dengan permainan piano dari Ara. Permainan Gitarnya sangat keren lho.... Dan dia ternyata juga pencinta musik Jazz, sama seperti Ify. Dan berkat kemampuan yang dimiliki Juan ini, ternyata dia mendapat beasiswa untuk kuliah di jurusan music di Berkiee College of Music Amerika Serikat. Wow! Terbukti kan walau penyandang autis, tapi bukan berarti gak bisa berprestasi :) Trus tampangnya juga keren dan mampu berkomunikasi dengan baik (walau tetap tak mau kontak mata sebagai salah satu ciri orang penyandang autis). Ini membuktikan mereka sebenarnya juga bisa jadi sosok yang gak berbeda dengan kita orang ‘normal’ kok :) Nah ini foto Juan saat bersama Ify… 

Ify & Anjuan Julio


Rupanya Juan ini ngefans lho sama Ify hehehe…. Katanya dia tau BLINK dan juga penonton setia sinetron Putih Abu-Abu (PAA) yang dibintangi BLINK. Juan sempet bilang “Aku sediihh kalau liat Ify”. Mungkin dia ikut terbawa haru kali yah dengan cerita Ify yang diceritakan mengidap penyakit langka di PAA. Selepas acara, Ify dan Juan (dan keluarga tentunya hehehe…) sempet jalan bareng, ngopi bareng dan ngobrol-ngobrol tentang banyak hal. Mulai tentang FB dan twitter Ify (Siapa bilang anak autis gabisa gahoel juga? hehehe), tentang musik, tokoh-tokoh jazz, sampai soal lagu ciptaan Ify “Andaikan”. Juan walau baru diperdengarkan 1x lagu Ify ini lewat i-Phonenya ify, Juan langsung bisa mengikuti mainin lagunya lho. Jadi memang terbukti Juan memang punya kemampuan musik yang luar biasa :D

Melihat Juan, dan juga mengingat cerita Ify di PAA yang diceritakan mengidap penyakit langka, sosok seperti Juan lah yang sebenarnya bisa sangat bagus diangkat sebagai salah satu faktor penyemangat sebagai symbol nyata, spirit pantang menyerah pada keadaan, tetap semangat berprestasi walau dengan keterbatasan *om dan tante produser, sutradara, penulis scrip PAA bisa masukin Juan gak? ._. wkwkwk…

Dan akhir kata, tulisan kali ini sebenarnya lebih mau ngajak temen-temen semua membuka mata, membuka telinga, dan membuka hati untuk melihat dan lebih peduli dengan sekitar. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari setiap orang (siapa pun itu dan bagaimanapun keadaannya), dari lingkungan sekitar, dan dari kejadian-kejadian yang kita temui. Dengan inilah kita bisa lebih memupuk rasa syukur kita kepada Allah, lebih terpacu untuk terus semangat pantang menyerah apapun rintangan yang kita hadapi. Karena yakinlah, selama kita punya keyakinan, apapun rintangan yang menghadang, pasti bisa kita taklukkan. Hadapi hidup dengan senyuman, maka kau kan bahagia :) 

Semoga tulisan kali ini bisa bermanfaat, mengilhami dan ngasih spirit buat temen-temen semua yah. Ayo dong semua semangat... anak-anak IFC harus punya kepedulian pada sekitar, harus punya rasa persahabatan kepada siapapun tanpa memandang perbedaan, dan harus punya semangat dalam meraih cita-citanya! Oke fren? :) 


Keep calm, friendly, and lovely…
IFC, We’re Still Together!

IFY di Mata Kedua Orangtuanya

Hai temen-temen IFC semuaa :)

Kali ini kita mau sedikit share dengan beberapa pandangan mengenai sosok Ify dari orang terdekatnya yaitu orang tuanya. Ini masih berkaitan dengan hasil tulisan di tabloid Bintang beberapa waktu lalu yang meliput tentang Ify dan mamanya, Gina Sonia. Ada yang belum sempet baca? Ini buat temen-temen yang mau baca kita salin hasil liputannya....

----------------------***----------------------

Alyssa Saufika Umari atau Ify (15), yang mencuri perhatian di Idola Cilik 4 tahun lalu, kini naik daun bersama grup Blink. Ia mampu mengembangkan bakat musiknya dengan maksimal. Bakat yang sudah terlihat sejak masa kanak-kanak ini adalah buah kejelian orang tuanya. Ify adalah putri penyiar TVRI Gina Sonia dan juga cucu bintang sinetron Farida Pasha, artis kawakan di era 80-an pemeran Mak Lampir, yang sejak awal mengendus bakat musik yang besar pada diri anaknya itu. 

Ify dan Bunda


ARAHKAN BAKAT SESUAI “PASSION” DAN HOBI

Memang benar kata pepatah, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Walau suaranya tidak sebagus Ify, Gina mengaku saat kecil hobi menari dan menyanyi. Namun ibunya tidak menghendaki Gina mengikuti jejaknya menjadi artis. Gina berubah haluan menjadi penyiar berita di Radio dan TVRI. “Ternyata saya terjun juga ke televise, tampil di depan publik” buka Gina saat ditemui di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ). Kendati begitu, pola asuh ibunya tidak Gina terapkan kepada Ify dan dua anaknya yang lain. Dia membebaskan anak-anaknya untuk berekspresi dan berkreasi sesuai potensi, bakat, minat, dan kesanggupan.

“Saya tidak pernah memproyeksikan Ify bakal menjadi seperti sekarang. Apalagi di industri hiburan. Cuma sejak umur empat tahun, Ify sudah bisa main piano. Saya ingat lagu pertama yang dia bisa berjudul ‘Menghitung Hari’. Dia bisa memainkan nada-nadanya dengan benar,” Gina bercerita. Ia lantas mendorong Ify kecil untuk belajar musik di Lembaga Pendidikan Farabi, yang dikelola Dwiki Dharmawan. “Mulanya piano, tapi sesuai saran dari gurunya, sekalian saja latihan vocal.” terang Gina bersemangat.

Dalam perjalanan bakat vokal Ify mulai terlihat. Dia sering diajak pergelaran orchestra bareng Dwiki Dharmawan, Elfas, juga tampil di RCTII dan Trans TV. “Bagus dia bisa mengembangkan bakatnya sendiri. Dia punya sesuatu yang dia senangi, punya hobi yang positif,” kata Gina bangga. “Sampai suatu waktu sekolah musiknya menyarankan Ify ikut audisi Idola Cilik. Kaget dong, apalagi Ify lolos audisi,” tambahnya. Orang tua hendaknya tidak membatasi daya eksplorasi anak. Biarkan dia berkembang, tapi tetap dengan arahan dan pantauan orang tua. “Silahkan saja, saya tidak membatasi dia untuk mengeksploitasi bakatnya. Dia menyanyi saya dukung. Dia tampil saya menonton.”

Ify beruntung lahir di zaman yang berbeda dengan ibunya atau neneknya. Sekarang, hampir semua stasiun televisi memiliki ajang pencarian bakat. “Idola Cilik mengubah semuanya. Buat saya, ajang ini buat proses pembelajaran,” kata sang ibu, Gina. Kalah menang buat Ify tidak jadi soal. Baginya, menyanyi dan bermain musik sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidupnya, bukan sekadar hobi. Tentu saja, prioritas utama tetap pendidikan. Ify saat ini bersekolah di SMP An-Nisaa' kawasan Pondok Aren, Tangerang, Banten. 
“Saya enggak tenang dalam melangkah kalau belum mendapat restu dan didoakan ibu,” kata Ify jujur.

MENGAJARI IFY BERSIKAP PROFESIONAL 

Gina bukan hanya memfasilitasi, tapi juga kerap menonton Ify manggung. “Tanpa dia minta, saya kalau tidak ada kegiatan lain pasti hadir. Itu sebagai bentuk dukungan, apresiasi buat dia agar lebih termotivasi. Hal-hal seperti itu kecil, tapi semoga berarti buat dia,” ungkap Gina yang tidak pernah lupa berdoa untuk Ify. Mengenai keterlibatan dalam sinetron Putih Abu-Abu, Gina melihatnya sebagai proses pembelajaran. Jika disuruh memilih, Ify lebih berat ke nyanyi ketimbang akting.

“Akting bukan passion aku. Tapi karena di sinetron itu bawa Blink, mau enggak mau harus menjalankan komitmen dan bersikap profesional,” cetus Ify. 
“Itu memang dunia baru buat dia yang saya sendiri tidak pernah menyangka. Apalagi di antara yang lainnya, Ify sama sekali tidak punya latar belakang akting. Terus terang saya kurang tertarik dengan dunia akting karena konsekuensinya. Misalnya soal waktu. Kalaupun sekarang dia sudah nyemplung, ya sudahlah, dijalani saja dulu. Dengan begitu dia belajar bagaimana menjadi profesional,” Gina menjelaskan. 

Sebagai ibu, Gina cenderung memperlakukan Ify seperti teman, lebih terbuka. Tanpa ditanya, Ify kerap bercerita kesehariannya, termasuk kehidupan percintaannya yang masih kosong. “Saya merasa Ify cukup terbuka pada saya. Okelah, saya dan Ify best friend forever, tapi ada kalanya saya menjadi ibunya. Saya bisa marah begitu dia salah,” Gina melirik Ify. “Tapi ada kalanya saya tidak terbuka. Misalnya, kalau di sekolah dimarahi guru karena nilainya kurang, saya malas cerita ke mama. Enggak tahu kenapa. Padahal mama tidak marah, paling cuma menegur,” timpal Ify.

Gina mengajari Ify untuk berhemat dengan cara membeli ponsel yang diminta Ify dari hasil tabungannya. “Itu yang saya ajarkan, untuk mendapatkan sesuatu harus melalui usaha. Tidak ada yang mudah,” Gina menyatakan. Walaupun sudah menjadi artis, tak ada yang berubah dari Ify. “Alhamdulillah dia sudah mandiri. Syuting saja jarang sekali saya temani. Enggak ada asisten juga,” Gina mengaku.

Sebagai seorang ibu, Gina ingin melihat Ify bahagia dengan pilihannya. Tidak ada keterpaksaan. “Dia senang menjalani sesuatu yang sesuai passion dan pilihannya. Dia tidak pernah mengeluh,” Gina mengaku bangga. 
Saya berusaha menjaga dan mengikuti apa yang mama bilang. Saya ingin seperti mama, pekerja keras dan tidak pernah mengeluh,” pungkas Ify. (end)


----------------------------***---------------------------

Membaca hasil liputan itu, kita jadi inget beberapa status atau tweet dari orang tuanya Ify sebelumnya yang masih berhubungan dengan topik diatas, ditujukan untuk anak gadis kebanggaan mereka ini. Ini diantaranya... 



"Alhamdulillah... bangga, bersyukur dg "mental juara" yg kalian tunjukkan. Suka tdk suka tetap dijalani sbg konsekuensi pilihan. Ditengah 'hiruk pikuk' kegalauan, ttp mencoba belajar utk ujian. Jadi apapun kalian nanti, mental spt ini yang membuat kalian survive & sukses"

 

"'Mental Juara' adalah hasil paling berharga yang dapat diraih dari sebuah lomba pencarian bakat. Bukan piala, jumlah SMS, atau fans. "
 


"My daughter is only 15.. But she can not tolerate any unprofessional attitude within her team.. She can be very tough and uncompromise on this matter.. Compare to myself when i was 15, her leadership is waaaay ahead of me... So proud of her..."


Itulah beberapa hal sempat diungkap kedua orangtuanya mengenai Ify. Hal-hal yang diungkap di atas mungkin hanya sebagian sisi positif dari Ify yang mampu ia tunjukkan dan jaga untuk memenuhi harapan kedua orang tuanya. Ify mungkin memang bukan sosok yang sempurna, di balik kelebihannya, pasti juga punya banyak kekurangan juga. Begitulah namanya manusia yang tak bisa luput dari kesalahan. Tapi yang terpenting dalam hidup adalah bagaimana terus bisa belaar memperbaiki sisi negatif menjadi sisi positif, kemudian menjaga sisi positif itu dan memaksimalkannya hingga mampu menghasilkan suatu yang positif juga darinya. Mungkin ini adalah beberapa sisi positif Ify yang bisa kita ambil pelajaran darinya. Belajar bersikap professional, belajar punya passion yang kuat dalam hidup, dan sikap orang bermental juara. Dan satu hal lagi yang terpenting yang harus kita ambil dari tulisan di atas. Jangan pernah mengabaikan orang tua. Karena restu orang tua, restu Tuhan juga kan? :)

Semoga ini bisa mengilhami temen-temen semua untuk bisa mengikuti sisi positif Ify. Karena kan tujuan mengidolakan seseorang seharusnya adalah ya selain untuk mendukung dan mengapresiasi karyanya, ya semoga idola itu bisa ngasih kita semangat dan contoh buat ngikutin sisi-sisi positifnya, membuat hidup kita terpacu jadi lebih baik. Tapi kalo sisi negatifnya jangan diikutin yaaa hehehe…. Yah semoga Ify bisa terus menjadi sosok idola, teman, sahabat kita yang baik, mampu memberi banyak hal berharga kepada semua, dan mampu membanggakan orang-orang yang menyayangi dia. 

IFC. We’re Still Together…